Showing posts with label Teror. Show all posts

Menjelang 17 Agustus Mabes Polri Menyebutkan Teror Semakin Meningkat

Menjelang 17 Agustus Mabes Polri Menyebutkan Teror Semakin Meningkat
Menjelang 17 Agustus Mabes Polri Menyebutkan Teror Semakin Meningkat

Jelang Hari Kemerdekaan RI ke-72, Mabes Polri mengaku adanya peningkatan ancaman teror. Ancaman masif muncul lewat media sosial (medsos) yang dihembuskan oleh sejumlah kelompok.

Fadli Berharap Teror Novel Dapat Diungkap Oleh Tim Investigasi

Fadli Berharap Teror Novel Dapat Diungkap Oleh Tim Investigasi
Fadli Berharap Teror Novel Dapat Diungkap Oleh Tim Investigasi

Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat akan membentuk tim investigasi untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai dibentuknya tim investigasi itu menunjukkan ada masalah dalam pengungkapan kasus Novel.

Melalui Telegram, Para Teroris Mencari Anggota dan Mengajarkan Cara Rakit Bom

Akhir pekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informasi menutup aplikasi website Telegram. Penutupan aplikasi tersebut lantaran kerap digunakan para teroris untuk berkomunikasi termasuk belajar merakit bom.

Melalui Telegram, Para Teroris Mencari Anggota dan Mengajarkan Cara Rakit Bom
Melalui Telegram, Para Teroris Mencari Anggota dan Mengajarkan Cara Rakit Bom

Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Arief Dharmawan menjelaskan cara para teroris menyebarkan pahamnya. Yakni membuat grup khusus.

Membasmi Tikus, Pemerintah New York Mengeluarkan Dana Sebesar Rp 426 Milyar

Pemerintah New York mesti merogoh kocek dalam untuk membasmi tikus yang berkeliaran di jalanan kota. Sebanyak USD 32 juta (setara Rp 426,8 miliar) digelontorkan untuk membunuh hewan pengerat itu.

Membasmi Tikus, Pemerintah New York Mengeluarkan Dana Sebesar Rp 426 Milyar
Membasmi Tikus, Pemerintah New York Mengeluarkan Dana Sebesar Rp 426 Milyar

Ada tiga kawasan paling banyak tikus di New York, yaitu Manhattan, Bronx dan Brooklyn. Tikus mengancam kesehatan masyarakat karena menyebarkan penyakit dan membuat lingkungan kotor.

Pelaku Penusukan Anggota TNI Adalah Anak Dewan dan Masih Dibawah Umur

Seorang pelaku penusukan terhadap anggota TNI Prada Yanuar Setiawan (20) masih dibawah umur. DKD yang berusia 16 tahun ternyata anak anggota DPRD Bali.

Pelaku Penusukan Anggota TNI Adalah Anak Dewan dan Masih Dibawah Umur
Pelaku Penusukan Anggota TNI Adalah Anak Dewan dan Masih Dibawah Umur

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Wayan Latra membenarkan informasi tersebut."Iya benar pelaku penusuk korban D yang memegang pisau. Dia anak anggota Dewan Provinsi Bali atas nama Dewa Nyoman Rai," ujarnya di Mapolsek Kuta Selatan, Minggu (9/7).

Konflik Marawi Semakin Memanas, Presiden Duterte Dianggap Labil

Konflik Marawi Semakin Memanas, Presiden Duterte Dianggap Labil
Konflik Marawi Semakin Memanas, Presiden Duterte Dianggap Labil

Konflik bersenjata berkepanjangan di Kota Marawi, Provinsi Lanao del Sur, Wilayah Otonomi Muslim Mindanao, Filipina dikabarkan bukan hanya karena sengitnya perlawanan kelompok pro Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Konon, sikap Presiden Rodrigo Duterte malah membikin pertikaian semakin memanas.

Polri Menyebutkan Cara ISIS Eksis Dengan Menebar Teror

Polri Menyebutkan Cara ISIS Eksis Dengan Menebar Teror
Polri Menyebutkan Cara ISIS Eksis Dengan Menebar Teror

Mabes Polri menilai selebaran dan bendera mirip ISIS yang ditemukan di area Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan cara kelompok tertentu menunjukkan eksistensinya.

Kapolda Gorontalo Menyebar Brimob Bersenjata Untuk Antisipasi Teror

Kapolda Gorontalo Menyebar Brimob Bersenjata Untuk Antisipasi Teror
Kapolda Gorontalo Menyebar Brimob Bersenjata Untuk Antisipasi Teror

Penjagaan di Polda Gorontalo diperketat. Hal itu menyusul peristiwa penyerangan yang dilakukan dua terduga teroris di Mapolda Sumatera Utara (Sumut).