Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

5 Wisatawan Tersengat Ubur-Ubur Beracun Di Pantai Gunung Kidul


Lima wisatawan di Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Gunungkidul menjadi korban sengatan ubur-ubur beracun yang kerap disebut Impes, Minggu (17/9). Kelimanya terkena sengatan di bagian kaki.

22 Jemaah Haji Asal Indonesia Masih Dirawat di Rumah Sakit Madinah

22 Jemaah Haji Asal Indonesia Masih Dirawat di Rumah Sakit Madinah
22 Jemaah Haji Asal Indonesia Masih Dirawat di Rumah Sakit Madinah

Sejak Minggu (20/8) pagi, rombongan terakhir dari gelombang pertama jemaah haji Indonesia yang berada di Madinah diberangkatkan ke Makkah, Arab Saudi. 14 Kelompok terbang (kloter) terakhir hari ini telah diberangkatkan semua hingga Minggu (20/8) siang. Para jemaah sebelumnya menjalankan arbain di Masjid Nabawi.

Polres Kupang Memusnahkan 735 Knalpot Racing dan 4.190 Liter Minuman Keras

Polres Kupang Memusnahkan 735 Knalpot Racing dan 4.190 Liter Minuman Keras
Polres Kupang Memusnahkan 735 Knalpot Racing dan 4.190 Liter Minuman Keras 

Kepolisian Resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur memusnahkan barang bukti berupa minuman keras (miras) tradisional dan knalpot racing kendaraan roda dua pada Jumat (21/7).

Membasmi Tikus, Pemerintah New York Mengeluarkan Dana Sebesar Rp 426 Milyar

Pemerintah New York mesti merogoh kocek dalam untuk membasmi tikus yang berkeliaran di jalanan kota. Sebanyak USD 32 juta (setara Rp 426,8 miliar) digelontorkan untuk membunuh hewan pengerat itu.

Membasmi Tikus, Pemerintah New York Mengeluarkan Dana Sebesar Rp 426 Milyar
Membasmi Tikus, Pemerintah New York Mengeluarkan Dana Sebesar Rp 426 Milyar

Ada tiga kawasan paling banyak tikus di New York, yaitu Manhattan, Bronx dan Brooklyn. Tikus mengancam kesehatan masyarakat karena menyebarkan penyakit dan membuat lingkungan kotor.

Nenek Suparni Berumur 114 Tahun, Hanya Terkena Sakit 3 Kali Dalam Seumur Hidup

Selain pernah mengalami tiga kali sakit, Suparni juga mengaku pernah mati suri dan dikira para tetangganya sudah meninggal.

Nenek Suparni Berumur 114 Tahun, Hanya Terkena Sakit 3 Kali Dalam Seumur Hidup
Nenek Suparni Berumur 114 Tahun, Hanya Terkena Sakit 3 Kali Dalam Seumur Hidup

Cerita ini bakal bikin kamu senyum sambil berdecak kagum. Ini adalah kisah hidup Nenek Suparni yang sangat luar biasa. Bayangkan, dengan usianya yang melampaui satu abad, dia hanya merasakan sakit tiga kali sepanjang hidupnya.

Wow, 5 Penemuan Ini Membuat Bukti Apa Pun Bisa Diciptakan Berkat Iptek

Kini tes HIV bisa cuma pakai USB.

Wow, 5 Penemuan Ini Membuat Bukti Apa Pun Bisa Diciptakan Berkat Iptek
Wow, 5 Penemuan Ini Membuat Bukti Apa Pun Bisa Diciptakan Berkat Iptek

Dunia mengalami perubahan yang signifikan berkat kecerdasan manusia. Mereka terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memudahkan kehidupan. Meski terlihat tak mungkin terjadi, para peneliti tak pantang menyerah. 

Mereka terus melakukan eksperimen untuk menjadikan yang tak mungkin menjadi mungkin. Para peneliti ini pun membuktikannya melalui hasil penemuannya. Hasilnya, sudah tentu membuat orang-orang berdecak kagum.

Hampir setiap hari lahir berbagai penemuan yang hebat. Dan inilah daftar lima penemuan terhebat.

1. Jaringan otak yang menjadi kunci kesadaran.


Misteri akan bagaimana manusia bisa berada dalam kondisi sadar dan tidak sadar, akhirnya terpecahkan. Tim peneliti yang dipimpin oleh ahli saraf di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC), melakukan penelitian mengenai bagian-bagian otak yang berperan dalam kesadaran manusia.


"Untuk pertama kalinya, kami menemukan hubungan antara daerah batang otak yang terlibat dalam gairah dan daerah yang terlibat dalam kesadaran, dua prasyarat untuk kesadaran," kata Michael D Fox, Direktur Laboratorium Imaging dan Modulasi Jaringan Otak di BIDMC.

Neurologi klasik berpendapat bahwa gairah dan kesadaran adalah dua komponen kesadaran kritis. Gairah mungkin diatur oleh batang otak, yakni bagian otak yang bersebelahan dengan sumsum tulang belakang dan bertanggung jawab untuk siklus tidur/bangun dan tingkat pernapasan dan jantung. Sedangkan kesadaran, komponennya telah lama dipikirkan berada di suatu tempat di korteks, lapisan luar otak bertanggung jawab atas banyak fungsi yang lebih tinggi.


Para peneliti menganalisis 36 pasien dengan lesi batang otak, di mana 12 menyebabkan koma dan 24 tidak. Dengan menggunakan jenis pemindaian MRI khusus, para ilmuwan menemukan bahwa "jaringan kesadaran" terganggu pada pasien dengan gangguan kesadaran. Temuan yang didukung oleh data dari studi hewan pengerat ini menyarankan jaringan antara batang otak dan kedua daerah korteks ini memainkan peran menjaga kesadaran manusia.

"Nilai tambah pemikiran tentang koma sebagai gangguan jaringan adalah adanya kemungkinan target terapi, seperti menggunakan stimulasi otak untuk meningkatkan pemulihan," kata peneliti lainnya Aaron D Boes.

2. Sistem buatan yang menyaring informasi.


Ahli komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengembangkan sebuah sistem kecerdasan buatan yang bisa berselancar di internet. Tak hanya itu, sistem yang sedang dikembangkan ini juga bisa memilah informasi yang bisa meningkatkan kinerjanya sendiri. 

Seperti yang terjadi selama ini, orang-orang ketika tidak mengetahui sebuah hal, ia pasti akan mencari informasi di internet. Dan di internet terdapat begitu banyak data yang semuanya online, padahal tidak semua data itu dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan yang sedang dicari tadi. Di satu sisi, akan sangat memakan waktu ketika pengguna internet harus mengekstraksi informasi dan mengorganisasikannya untuk bahan analisisnya.

"Dalam ekstraksi informasi, secara tradisional dalam pemrosesan bahasa alami, Anda diberi sebuah artikel dan Anda perlu melakukan apa pun untuk mengekstraknya dengan benar dari artikel ini," kata Regina Barzilay, Profesor Elektronika Elektronika Teknik Elektronika dan Ilmu Komputer. "Itu sangat berbeda dari apa yang akan Anda atau saya lakukan. Saat membaca artikel yang tidak dapat Anda pahami, Anda akan pergi ke web dan menemukan yang bisa Anda mengerti."

Sistem baru ekstraksi informasi ini mengubah pembelajaran konvensional. Sebagian besar sistem pembelajaran mesin bekerja dengan menyisir contoh pelatihan dan mencari pola yang sesuai dengan klasifikasi yang diberikan oleh ahli anotasi manusia. "Anda akan menemukan artikel yang lebih mudah dimengerti, dan Anda hanya menemukan data yang sesuai secara otomatis dari web."


Sistem dilatih dengan 300 dokumen di mana dokumen tersebut dipelajari oleh sistem. Hasilnya cukup menarik, sistem mempelajari kumpulan istilah yang dikaitkan dengan item data yang ingin dipilah. Misal kata kunci penembak massal, sistem pun akan memunculkan istilah terkait seperti polisi, terduga, ditangkap, penjahat dan lain-lain. Tim menemukan bahwa sistem kecerdasan buatan ini bekerja lebih baik sekitar 10 persen dari sistem konvensional.

3. Perangkat otak nirkabel (Wireless Brain Device) untuk hewan lumpuh.


Peneliti Eropa dan Amerika Serikat bekerja sama membangun sebuah perangkat nirkabel yang ditujukan untuk bagian otak. Wireless Brain Device ini mampu membantu hewan monyet yang tak bisa berjalan kembali berjalan. 

David Borton, asisten profesor di Brown University mengungkapkan, "sistem yang kami kembangkan menggunakan sinyal. Sinyal tersebut direkam dari korteks motorik otak untuk memicu stimulasi listrik syaraf di tulang belakang. Tulang belakang sendiri bertanggung jawab untuk penggerak," ungkap dia.

Perangkat nirkabel tersebut mampu merehabilitasi cedera tulang belakang yang dialami hewan. Hewan yang semula tak bisa bergerak dengan bantuan perangkat otak nirkabel bisa berjalan seperti hewan normal lainnya. Studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal Nature.

4. Tes uji HIV dengan USB.


Universal Serial Bus (USB) tak hanya untuk menyimpan atau mentransfer data. Imperial College London dan perusahaan DNA Analytic menemukan fungsi baru dari USB berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan.

Tim ilmuwan mengembangkan alat tes elektronik untuk menguji HIV dengan USB. Alat tersebut dapat memunculkan hasil dengan cepat, hanya perlu waktu 30 menit. Sementara tes yang ada selama ini membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk mengetahui hasilnya. 

Tes HIV dilakukan dengan meneteskan darah di chip ponsel. Jika ada virus HIV dalam sampel, maka ini memicu perubahan keasaman di mana chip tersebut berubah menjadi sinyal listrik. Ini dikirim ke USB stick yang akan memunculkan hasilnya dalam sebuah program di komputer atau perangkat elektronik.

Teknologi ini bisa sangat bermanfaat untuk digunakan di daerah terpencil di mana sangat sulit akses untuk tempat pengujian HIV, misalnya di daerah Sahara Afrika. Mencari tahu dengan cepat jika seorang pasien, terutama bayi, terinfeksi virus sangat penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup jangka panjang mereka.

5. Benda cair dan padat pada saat bersamaan.


Kelompok peneliti yang bekerja di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan ETH Zurich membuat sebuah benda hibrida aneh. Penemuan ini sering dianggap tidak mungkin terjadi, namun kedua kelompok peneliti mampu menciptakannya. Penemuan tersebut diberi nama Supersolid. Supersolid menggabungkan sifat aliran superfluida dengan periodisitas spasial jangka panjang padatan, dua sifat yang sering saling eksklusif.

Benda tersebut memiliki struktur kristal seperti sepotong besi. Meski menyerupai besi, supersolid bisa mengalir seperti cairan secara bersamaan. Penemuan ini pun telah dipublikasikan di jurnal online ArXiv. 

Begini Aksi Heroik Pemeran Super Hero Dalam Dunia Nyata

Bahkan mengajak para fansnya untuk ikut beramal.

Begini Aksi Heroik Pemeran Super Hero Dalam Dunia Nyata
Begini Aksi Heroik Pemeran Super Hero Dalam Dunia Nyata

Aksi para pemeran utama di film superhero selalu saja mengundang kekaguman. Tak heran jika banyak orang, terutama anak-anak, yang mengagumi mereka.

Tapi selain punya peran heroik di film, ternyata para pemeran utama film superhero itu juga melakukan aksi heroik di kehidupan nyata.

Berikut aksi dari 12 superhero yang dilansir serbaberita dari Wittyfeed.

1. Robert Downey Jr.


Robert Downey Jr. dikenal dengan karakter Iron Man di film. Ternyata pria 52 tahun itu tak cuma jadi superhero di film, ia juga pernah melakukan aksi heroik dalam hidupnya.

Dia dikenal punya keterkaitan dengan berbagai yayasan sosial seperti ALS Association, Cancer Research Institute, Stand Up To Cancer, Make-A-Wish Foundation, dan masih banyak lagi. Dia juga pernah memberikan lengan bionik untuk bocah cilik yang membutuhkan pada 2015 silam.

2. Christian Bale.


Dikenal sebagai karakter Batman pada film The Dark Knight Rises, ia juga pernah melakukan aksi heroik di kehidupan nyata. Pada sebuah aksi penembakan di Aurora, Colorado tahun 2012, ia turut membantu menolong korban yang terluka dan seharian di rumah sakit untuk membantu para dokter dan petugas.

3. Chris Pratt.


Tak cuma jadi heroik saat bermain The Guardians of the Galaxy. Aktot ganteng berusia 37 tahun itu juga ternyata sering mengunjungi rumah sakit anak-anak. Secara rutin ia menghibur anak-anak yang sedang sakit, mengaku sebagai utusan Tuhan untuk menghibur anak-anak dan memberinya hadiah.

4. Hugh Jackman.


Sosok Wolverine di film ternyata sangat berbeda dengan kehidupan nyata. Si pemeran Wolverine ini mendirikan organisasi Laughing Man Foundation yang menjual kopi dan teh di mana pendapatannya disumbangkan kepada yang membutuhkan.

5. Chris Evans.


Captain America di kehidupan nyata ternyata punya karakter yang mirip dengan Chris Pratt. Ia kerap mendatangi anak-anak yang sakit di rumah sakit dengan mengenakan pakaian Captain America.

Ia juga turut membantu penggalangan dana sosial sebuah organisasi anak dengan mendonasikan dari Rp 350 juta.

6. Andrew Garfield.


Pemeran Spiderman ini punya jadwal rutin buat mengunjungi organisasi amal dan mendatangi sekolah dengan mengenakan pakaian superhero. Ia juga pernah mengeluarkan puluhan ribu dollar untuk amal dan organisasi anak-anak.

7. Mark Ruffalo.


The Incredible Hulk ini menjadi pendukung penggalangan dana yang cukup sukses. Ia membantu organisasi bernama 'Water Defence' mengumpulkan Rp 2,4 miliar untuk misi penyelamatan air.

8. Chris Hemsworth.


Thor juga dikenal sebagai artis yang kerap melakukan dan menyerukan aksi kemanusiaan. Ia pernah menjadi juru bicara Australian Childhood Foundation, organisasi untuk menghentikan penganiayaan pada anak.

9. Scarlett Johansson.


Pemain film Ghost in the Shell dan Captain America: Civil War ini telah mendukung lebih dari 28 organisasi amal. ia juga menjadi duta untuk Oxfam yang berkaitan dengan kemiskinan global.

10. Henry Cavill.


Henry Cavill juga terafiliasi dengan organisasi amal seperti Royal Marines Charitable Trust Fund dan Durrell Wildlife Charity.

11. Ryan Reynolds.


Salah satu yang perlu kamu tahu dari sosok pemeran Deadpool ini adalah ia merupakan salah stau dewan direksi dari Michael J. Fox Foundation yang fokus bekerja melawan parkinson, penyakit kerusakan otak dan saraf.

12. Ben Affleck.


Sudah tak jadi rahasia jika Ben Affleck punya kepedulian sosial yang tinggi. Tak cuma beramal sendiri, ia bahkan mengajak para fansnya untuk ikut menyumbang dalam sebuah penggalangan dana amal.

Salah satu yang kerap ia singgung adalah Yayasan Jimmy Fund. Berkat perannya, aksi amal yayasan kanker itu pun sering mendapatkan dana yang cukup besar.


Bahaya Jika Tidur Kurang Dari 6 Jam

Bahaya Jika Tidur Kurang Dari 6 Jam
Bahaya Jika Tidur Kurang Dari 6 Jam

Sudah tidak diragukan lagi bahwa tidur adalah hal esensial untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Tanpa tidur, tubuh tak memiliki kesempatan untuk beristirahat sejenak, memulihkan tenaga, dan regenerasi sel. Sehingga bisa dikatakan bahwa jika manusia tidak tidur, maka kesehatan tubuhnya akan menurun secara perlahan.

Karena kesibukan yang segudang, kamu pun jadi punya waktu tidur hanya kurang dari 6 jam dan hal ini berlangsung terus-menerus.

Well, apa jadinya ketika kamu tidur kurang dari 6 jam setiap harinya? Dilansir dari boldsky.com, kebiasaan ini akan memberikanmu risiko tinggi untuk terkena diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, hingga kematian dini.

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang tidur selama lebih dari 6 jam berisiko 1,49 kali lebih tinggi untuk meninggal karena stroke. Sebaliknya, mereka yang tidur kurang dari 6 jam setiap harinya berisiko 2,1 kali lebih tinggi untuk meninggal karena stroke atau penyakit jantung.


"Jika kamu memiliki beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, maka sangatlah penting bagimu untuk memiliki waktu cukup tidur," saran Julio Fernandez-Mendoza, peneliti dari University of Pennsylvania.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa mereka yang kurang tidur memiliki indeks massa tubuh, kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula lebih tinggi 30% dari mereka yang tidur dengan waktu yang cukup.