Showing posts with label Bunuh Diri. Show all posts
Melalui Telegram, Para Teroris Mencari Anggota dan Mengajarkan Cara Rakit Bom
Akhir pekan lalu, Kementerian Komunikasi dan Informasi menutup aplikasi website Telegram. Penutupan aplikasi tersebut lantaran kerap digunakan para teroris untuk berkomunikasi termasuk belajar merakit bom.
![]() |
| Melalui Telegram, Para Teroris Mencari Anggota dan Mengajarkan Cara Rakit Bom |
Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT Arief Dharmawan menjelaskan cara para teroris menyebarkan pahamnya. Yakni membuat grup khusus.
Untuk Mengantisipasi, Polisi Berkeliaran Menggunakan Pakaian Preman
![]() |
| Untuk Mengantisipasi, Polisi Berkeliaran Menggunakan Pakaian Preman |
Guna mengantisipasi terjadinya ledakan kembali, kepolisian langsung meningkatkan keamanan. Salah satunya adalah menurunkan polisi berpakaian preman yang disebar ke sejumlah titik di ibu kota.
"Ada anggota polisi berpakaian preman yang memantau anggota melakukan pengamanan. Dengan pakaian yang terbuka dan kelihatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/5).
Argo melanjutkan, nantinya kebijakan ini akan diberlakukan dari tingkat Polsek hingga Polres agar standar keamanan terjamin. "Sehingga nanti potensi serupa tak terulang lagi," ujarnya.
Dalam hal ini, polisi pakaian preman akan menjaga titik-titik yang diduga rawan. Selain itu, anggota tersebut akan memantau kegiatan di pertokoan, di tempat yang dikunjungi banyak orang juga objek vital.
"Nanti yang mengamankan beberapa kegiatan obyek vital yang sudah secara rutin, nanti akan ditingkatkan. Nanti juga dari Polres Polres, Sabhara Polda, juga akan dilibatkan dari kegiatan patroli untuk mengantisipasi agar kejadian tak terulang lagi," pungkasnya.
Seperti diberitakan, sebanyak 16 orang jadi korban, lima di antaranya tewas dalam insiden bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam. Tiga korban tewas merupakan anggota Polri, dua lainnya warga sipil yang diduga sebagai pelaku.
Polisi memastikan, bom yang digunakan pelaku ialah bom panci rakitan. Bom panci diisi dengan paku dan gotri. Pelaku diduga membawa bom panci menggunakan ransel.
Eviyuliswir, Seorang Tukang Ojek Yang Sigap Membantu Korban Bom
Tanpa pikir panjang, sosok yang berusia 48 tahun ini mengantar korban ke Rumah Sakit (RS) Budhi Asih.
![]() |
| Eviyuliswir, Seorang Tukang Ojek Yang Sigap Membantu Korban Bom |
Ledakan bom bunuh diri mengguncang Kampung Melayu, Rabu malam (24/5). Tak pelak korban berjatuhan, baik aparat kepolisian maupun warga sipil.
Mengetahui hal tersebut, seorang tukang ojek bernama Eviyuliswir pun langsung bertindak. Tanpa pikir panjang, sosok yang berusia 48 tahun ini mengantar korban ke Rumah Sakit (RS) Budhi Asih.
Dalam keseharian, Evi kerap mangkal di Terminal Kampung Melayu. Saat ledakan terjadi, dirinya tengah menunggu penumpang. Bunyi ledakan yang terjadi menarik perhatian Evi.
Evi tak mengira bahwa bunyi dentuman tersebut merupakan sebuah bom. Evi menduga suara tersebut hanya sebuah pecah ban. Karena penasaran, ia pun menuju sumber ledakan.
Saat mendekati sumber ledakan, Evi mengetahui ada korban luka. Ia pun mengantarnya ke RS Budhi Asih sekitar pukul 23.00 WIB. Orang yang diantar Evi merupakan korban ledakan yang kedua.
Sebanyak dua kali, bom meledak di Terminal Kampung Melayu. Pertama terjadi di dalam terminal dekat dengan halte Transjakarta. Sedangkan bom kedua meledak di dekat toilet.
Menurut penuturan Evi yang dilansir dari Antara, korban yang ia antarkan berniat menolong polisi usai bom pertama meledak. Tak ada yang mengira akan ada bom susulan.
Berniat menolong polisi yang menjadi korban, si penolong justru menjadi korban ledakan kedua. Evi pun dengan gegas mengantar si penolong ke RS, tak heran apabila jaket yang ia kenakan berlumuran darah.
Aksi heroik tukang ojek menolong korban ledakan ini memang patut diapresiasi. Tanpa pikir panjang, ia menolong nyawa para korban.
Saat perjalanan, Evi mengaku melihat pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampug Melayu. Menurut kesaksiannya, umur pelaku sekitar 30 tahun ke bawah, berkulit sawo matang dan mengenakan baju hitam kebiru-biruan.
Polri : Ada Kemungkinan Pelaku Bom Bunu Diri Di Kampung Melayu Berasal Dari Jaringan ISIS
Namun pihak kepolisian belum bisa memastikan lantaran dibutuhkan penyelidikan dan penelitian lebih lanjut.
Mabes Polri menyebut pelaku teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5) kemungkinan besar berafiliasi dengan jaringan Islamic State of Iran and Syria (ISIS). Dalam teror itu diduga pelakunya berjumlah dua orang yang kini masih terus diidentifikasi oleh kepolisian.
"Ya kalau ditanya ada kaitannya sama jaringan ISIS ya kemungkinan besar ada hubungannya," kata Kabag Mitra Divisi Humas Kombes Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/5).
Namun pihak kepolisian belum bisa memastikan lantaran dibutuhkan penyelidikan dan penelitian lebih lanjut.
"Tapi harus didalami karena jaringan internasional dalam artian yang disampaikan beliau mereka dimungkinkan ada hubungannya," tutur Awi.
Serangan bom bunuh diri di halte Kampung Melayu, terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Lokasi ledakan tepatnya di depan toilet. Ledakan kedua dikonfirmasi oleh saksi mata lebih keras dibanding yang pertama. Lima orang menjadi korban jiwa. Para korban yakni 3 orang dari anggota polisi, satu mahasiswi dan satu orang lagi sopir.
Akibat bom tersebut, halte bus TransJakarta Kampung Melayu mengalami kerusakan, kaca-kacanya pecah. Di depan toilet, beberapa motor dan angkot juga mengalami kerusakan cukup parah.
Subscribe to:
Posts (Atom)









